Rabu, 16 November 2011

Resume Visualisasi Informasi Pertemuan 8

Nama : Fretie Dwirory
NIM  : 10410100174
BarChart :

Sebuah bar chart merupakan cara cepat untuk membuat grafis perbandingan kualitatif dari set nilai dengan menggambar setiap nilai yang di set sebagai bar persegi panjang dengan panjang proposional untuk nilai yang diwakilinya.


Histogram :

Ketika kita presentasi, seperti berapa banyak model yang berbeda atau model mobil yang bisa saya pilih untuk perjalanan yang konsumsi bahan bakarnya lebih dari 150 KM per tanki.

Histogram membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan.


 Frequency Polygram :

Sebuah frekuensi polygram menampilkan informasi yang identik dengan histogram frequency, hanya histogram bar diganti dengan point yang terhubung.

  

 Box Plots :

Box Plots adalah tools seorang analis yang digunakan hanya untuk variabel interval dan rasio yang secara grafis menampilkan ringkasan lima batch nomor .


 Dot Plots :

Ketika pengukuran variabel kuantitatif diberi label dan kumpulan data kecil, dot plot berlabel menampilkan data lebih baik daripada bar chart, divide bar chart atau pie chart, bukan hanya visual panjang bar chart yang mengesankan, tetapi mereka hanya bekerja ketika dasar dari grafis adalah 0, jika tidak panjang bar tidak ada artinya.


Stem and Leaf Plot (Batang dan Daun Plot)

Box Plots adalah tools seorang analis yang digunakan hanya untuk variabel interval dan rasio yang secara grafis menampilkan ringkasan lima batch nomor.



Quantile Plot :

Quantile Plot atau q-plot, membantu memvisualisasikan distribusi variabel melalui penggunaan suatu scatterplot
Scatterplots banyak digunakan untuk membandingkan satu variabel dengan yang lain.



 Quantile Quantile Plot :

Quantile Quantile Plot atau plot qq, digunakan untuk membandingkan distribusi. Plot qq dilakukan dengan memplot quantiles dari setiap variabel atau kelompok variabel terhadap satu sama lain dalam sebuah scatterplot. Untuk menggambarkan alur plot qq, dua plot dibandingkan yang menggunakan angka secara acak. Kedua variabel adalah ukuran yang sama, hal ini menjadi rumit jika satu variabel lebih besar .


Rabu, 02 November 2011

Tugas Perilaku Keorganisasian


Pentingnya perilaku keorganisasian dalam membentuk SDM yang handal dan memiliki need for achievement.

Perilaku keorganisasian membantu seorang individu menjadi SDM yang handal karena di dalam perilaku keorganisasian diajarkan bagaimana seorang individu seharusnya bersikap dalam sebuah organisasi. Seperti halnya tentang kepuasan kerja. Seorang SDM yang handal akan selalu menerapkan kemampuan yang dia punya dalam setiap hal yang dilakukan. Seperti misalnya dalam kepuasan bekerja khususnya mentally challenging work (pekerjaan yang menantang secara mental), maka ia akan menggunakan kemampuannya tersebut untuk menyelesaikan setiap pekerjaan yang dia terima. Dan pekerjaan yang dia terima tidak akan itu-itu saja, sebagai SDM yang handal dan berkualitas tentu akan lebih baik untuk mencari hal baru dalam pekerjaannya misalnya pekerjaan baru yang lebih menantang. Dengan adanya pekerjaan baru yang lebih menantang tersebut maka ia juga bisa belajar lebih banyak lagi dan mengembangkan kemampuannya. Semakin banyak hal baru yang dipelajari maka akan semakin berkembang pula kemampuannya dalam bekerja dan akan semakin banyak jenis pekerjaan yang mampu ia selesaikan. Dan intinya ia menjadi SDM yang handal dalam menyelesaikan pekerjaannya. Kemauannya untuk terus berkembang tersebut bila difokuskan pada satu bidang tertentu maka akan menghasilkan suatu prestasi yang membanggakan bagi diri sendiri dan juga orang lain.
Lalu selain tentang kepuasan bekerja ada pula dukungan dari lingkungan sekitar yang turut serta dalam proses membentuk SDM yang handal. Lingkungan yang dimaksud bisa kondisi kerja ataupun dukungan dari orang sekitar. Dukungan tersebut akan membuat seseorang menjadi lebih mantap dalam bekerja sehingga tidak akan setengah-setengah dalam melakukan suatu pekerjaan. Apabila melakukan pekerjaan dengan sepenuh hati maka pasti akan berusaha untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan sebaik-baiknya. Menyelesaikan pekerjaan dengan sebaik-baiknya tersebut merupakan ciri dari SDM yang handal. Lalu ciri lain dari SDM yang handal adalah membantu tercapainya tujuan dari organisasi tempatnya berada.
Membentuk SDM yang handal dan memiliki need for achievement bisa dilakukan melalui training. Training yang diberikan tentu berhubungan dengan bidang yang akan berinteraksi langsung dengan individu-individu yang di training. Tujuan dari training tersebut agar apa yang diberikan selama training tersebut dapat diterapkan dalam proses bekerja sehingga membantu untuk mencapai hasil yang memuaskan. Dari training tersebut harapannya bisa terbentuk SDM-SDM yang handal dan berkualitas yang siap untuk bekerja secara profesional.
Lalu ada pula achievement orientation (orientasi pada capaian). SDM yang handal dan berkualitas hampir semuanya pasti memiliki need of achieve yang tinggi pula yang ditunjukkan dari kinerja yang tinggi. Mereke pasti memiliki target yang harus bisa dipenuhi, target yang dimiliki tersebut bukan tanpa alasan. Mungkin ada yang beranggapan apabila target mereka terpenuhi maka akan terpenuhi pula kepuasan mereka. Seperi misalnya dalam bekerja, apabila target kerjanya terpenuhi maka akan mendapatkan imbalan yang sebanding dengan apa yang telah dilakukan. Begitu juga sebaliknya apabila target kerjanya tidak terpenuhi tidak akan mendapatkan imbalan yang memuaskan.
Jadi untuk membentuk SDM yang handal dan memiliki need for achievement harus ditanamkan sejak awal keinginan supaya mau terus belajar dan mengembangkan apa yang telah diperoleh lalu menerapkannya dan juga mempunyai target supaya bisa menjadi pemicu atau semangat lalu tidak lupa dukungan dari lingkungan sekitar.