Nama : Fretie
Dwirory
Routing adalah suatu
protokol yang digunakan untuk mendapatkan rute dari satu jaringan ke jaringan
yang lain. Rute ini, disebut dengan route dan informasi route secara dinamis
dapat diberikan ke router yang lain ataupun dapat diberikan secara statis ke
router lain.
Seorang
administrator memilih suatu protokol routing dinamis berdasarkan keadaan
topologi jaringannya. Misalnya berapa ukuran dari jaringan, bandwidth yang
tersedia, proses power dalam router, merek dan model dari router, dan protokol
yang digunakan dalam jaringan.
Routing adalah
proses dimana suatu router mem-forward paket ke jaringan yang dituju. Suatu
router membuat keputusan berdasarkan IP address yang dituju oleh paket. Semua
router menggunakan IP address tujuan untuk mengirim paket. Agar keputusan
routing tersebut benar, router harus belajar bagaimana untuk mencapai tujuan.
Ketika router menggunakan routing dinamis, informasi ini dipelajari dari router
yang lain. Ketika menggunakan routing statis, seorang network administrator
mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang ingin dituju secara manual.
Jika routing yang
digunakan adalah statis, maka konfigurasinya harus dilakukan secara manual,
administrator jaringan harus memasukkan atau menghapus rute statis jika terjadi
perubahan topologi. Pada jaringan skala besar, jika tetap menggunakan routing
statis, maka akan sangat membuang waktu administrator jaringan untuk melakukan
update table routing. Karena itu routing statis hanya mungkin dilakukan untuk
jaringan skala kecil. Sedangkan
routing dinamis bias diterapkan di jaringan skala besar dan membutuhkan kemampuan lebih dari administrator.
routing dinamis bias diterapkan di jaringan skala besar dan membutuhkan kemampuan lebih dari administrator.
Routing statis :
Cara kerja routing statis dapat dibagi menjadi 3 bagian:- Administrator jaringan yang mengkonfigurasi router
- Router melakukan routing berdasarkan informasi dalam tabel routing
- Routing statis digunakan untuk melewatkan paket data
Routing dinamis
Routing protocol adalah berbeda dengan routed protocol. Routing protocol adalah komunikasi antara router-router. Routing protocol mengijinkan router- router untuk sharing informasi tentang jaringan dan koneksi antar router. Router menggunakan informasi ini untuk membangun dan memperbaiki table routingnya.
Contoh routing
protokol:
- Routing Information Protocol (RIP) Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah routing protocol jenis distance-vector, dimana RIP mengirimkan routing table yang lengkap ke semua interface yang aktif setiap 30 detik. RIP hanya menggunakan jumlah hop untuk menentukan cara terbaik ke sebuah network remote , tetapi RIP secara default memiliki sejumah nilai jumlah hop maksimum yang diizinkan, yaitu 15 yang berarti 16 dianggab tidak terjangkau (unreachable).
RIP versi 1
menggunakan hanya classful routing, yang berarti semua alat di network harus
menggunakan subnet mask yang sama. RIP versi 2 menyediakan sesuatu yang disebut
prefix routing, dan bisa mengirimkan informasi subnet mask bersama dengan
update-update dari route (classless routing).
RIP adalah routing
vektor jarak-protokol, yang mempekerjakan hop sebagai metrik routing. Palka
down time adalah 180 detik. RIP mencegah routing loop dengan menerapkan batasan
pada jumlah hop diperbolehkan dalam path dari sumber ke tempat tujuan. Jumlah
maksimum hop diperbolehkan untuk RIP adalah 15. Batas hop ini, bagaimanapun,
juga membatasi ukuran jaringan yang dapat mendukung RIP. Sebuah hop 16 adalah
dianggap jarak yang tak terbatas dan digunakan untuk mencela tidak dapat
diakses, bisa dioperasi, atau rute yang tidak diinginkan dalam proses seleksi.
Awalnya setiap RIP
router ditularkan pembaruan penuh setiap 30 detik. Pada awal penyebaran, tabel
routing cukup kecil bahwa lalu lintas tidak signifikan. Seperti jaringan tumbuh
dalam ukuran, bagaimanapun, itu menjadi nyata mungkin ada lalu lintas
besar-besaran meledak setiap 30 detik, bahkan jika router sudah diinisialisasi
secara acak kali. Diperkirakan, sebagai akibat dari inisialisasi acak, routing
update akan menyebar dalam waktu, tetapi ini tidak benar dalam praktik. Sally
Floyd dan Van Jacobson menunjukkan pada tahun 1994 bahwa, tanpa sedikit
pengacakan dari update timer, penghitung waktu disinkronkan sepanjang waktu dan
mengirimkan update pada waktu yang sama. Implementasi RIP modern disengaja
memperkenalkan variasi ke update timer interval dari setiap router.
RIP
mengimplementasikan split horizon, rute holddown keracunan dan mekanisme untuk
mencegah informasi routing yang tidak benar dari yang disebarkan. Ini adalah
beberapa fitur stabilitas RIP.
Dalam kebanyakan lingkungan
jaringan saat ini, RIP bukanlah pilihan yang lebih disukai untuk routing
sebagai waktu untuk menyatu dan skalabilitas miskin dibandingkan dengan EIGRP,
OSPF, atau IS-IS (dua terakhir yang link-state routing protocol), dan batas hop
parah membatasi ukuran jaringan itu dapat digunakan in Namun, mudah untuk
mengkonfigurasi, karena RIP tidak memerlukan parameter pada sebuah router dalam
protokol lain oposisi.
RIP dilaksanakan di
atas User Datagram Protocol sebagai protokol transport. Menggunakan port 520.
Ada tiga versi dari
Routing Information Protocol: RIPv1, RIPv2, dan RIPng.
- Interior Gateway Routing Protocol (IGRP)
EIGRP
(Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah routing protocol yang hanya
di adopsi oleh router cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol
pada cisco. Dimana EIGRP ini hanya bisa digunakan sesama router cisco saja.
Bgmn bila router cisco digunakan dengan router lain spt Juniper, Hwawei, dll
menggunakan EIGRP??? Seperti saya bilang diatas, EIGRP hanya bisa digunakan
sesama router cisco saja. EIGRP ini sangat cocok digunakan utk midsize dan
large company. Karena banyak sekali fasilitas2 yang diberikan pada protocol
ini.
Hal-hal dasar yang perlu diketahui EIGRP sering disebut juga hybrid-distance-vector routing protocol, karena EIGRP ini terdapat dua tipe routing protocol yang digunakan, yaitu:
- distance vector, dan
- link state.
Hal-hal dasar yang perlu diketahui EIGRP sering disebut juga hybrid-distance-vector routing protocol, karena EIGRP ini terdapat dua tipe routing protocol yang digunakan, yaitu:
- distance vector, dan
- link state.
Utk tipe2 routing protocol akan saya tambahkan sehabis penjelasan tentang EIGRP. EIGRP ini pengembangan dari routing protocol IGRP (distance vector), prorpietary cisco juga. Perbandingan (bukan perbedaan) antar IGRP dan EIGRP di bagi menjadi beberapa kategori:
1. Compability mode
2. Metric colocation
3. Hop count
4. Automatic protocol redistribution
5. Route tagging
EIGRP dan IGRP dapat di kombinasikan satu sama lain karena EIGRP adalah hanya pengembangan dari IGRP.
Dalam perhitungan untuk menentukan path/jalur manakah yang tercepat/terpendek, EGIRP menggunakan algortima DUAL (Diffusing-Update Algorithm) dalam menentukannya.
EIGRP mempunyai 3 table dalam menyimpan informasi networknya:
1. Neighbor table : Tabel yang paling penting dari tabel2 yang lainnya. di tabel ini menyimpan list tentang router2 tetangganya. Setiap ada router baru yg dipasang,address dan interface langsung dicatat di tabel ini.
2. Topology table : Tabel ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan dari Routing table dalam 1 autonomous system (kya sistem area di OSPF). DUAL mengambil informasi dari “neighbor tabel” dan “topology table” untuk melakukan kalkulasi “lowest cost routes to each destination”.
3. Routing table : menyimpan the best routes to a destination. Informasi tersebut diambil dari “topology table”
Internal Route : Route-route yang berasal dari dalam suatu autonomous system dari router2 yang menggunakan routing protocol EIGRP, yang menjadi anggota dari autonomous system adalah yang mempunyai ADN dari EIGRP yang sama dan mempunyai autonomous system yang sama juga. ADN internal route adalah 90.
External Route : Route-route yang muncul dari luar autonomous system, baik redistribution secara manual maupun secara otomatis.
- Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP)
EIGRP
( Enhanched Interior Gateway Routing Protocol) adalah routing protocol
yang hanya diadopsi oleh router cisco atau sering disebut sebagai
proprietary protocol pada cisco, dimana EIGRP ini hanya bisa
digunakan sesama router cisco. EIGRP menggunakan formula berbasis
bandwidth dan delay untuk
menghitung
metric yang sesuai dengan suatu rute. EIGRP melakukan konvergensi secara tepat
ketika menghindari loop. EIGRP tidak melakukan perhitungan-perhitungan rute
seperti yang dilakukan oleh protocol link state. Hal ini
menjadikan EIGRP tidak membutuhkan desain ekstra, sehingga hanya memerlukan
lebih sedikit memori dan proses dibandingkan protocol link state.
Konvergensi EIGRP lebih cepat dibandingkan dengan protocol distance vector.
Hal ini terutama disebabkan karena EIGRP tidak memerlukan fitur loopavoidance
yang pada kenyataannya menyebabkan konvergensi protocol distance vector
melambat. Hanya dengan mengirim sebagian dari routing update (setelah
seluruh informasi routing dipertukarkan). EIGRP
mengurangi
pembebanan di jaringan. Salah satu kelemahan utama EIGRP adalah protocol Cisco-propritary,
sehingga
jika diterapkan pada jaringan multivendor diperlukan suatu fungsi yang disebut route
redistribution. Fungsi ini akan menangani proses pertukaran rute router di
sntara dua protocol link state (OSPF dan EIGRP).
EIGRP
sering disebut juga hybriddistance- vector routing protocol, karena EIGRP
ini terdapat dua tipe routing protocol yang digunakan, yaitu distance
vector dan link state. Dalam perhitungan untuk menentukan
jalur manakah yang terpendek, EIGRP menggunaklan algoritma DUAL (Diffusing
Update Algorithm) dalam menentukannya.
- Open Shortest Path First (OSPF)
OSPF
(Open Shortest Path First) adalah routing protocol yang secara umum bisa
digunakan oleh router lainnya (cisco,juniper, huawei, dll), maksudnya dari
keterangan diatas bahwa routing protocol OSPF ini dapat digunakan seluruh
router yang ada di dunia ini bukan hanya cisco, tetapi seluruhnya dapat
mengadopsi routing protocol OSPF. Teknologi yang digunakan oleh routing
protokol ini adalah teknologi link-state yang memang didesain untuk bekerja
dengan sangat efisien dalam proses pengiriman update informasi rute. Cara
updatenya itu secara Triggered update, maksudnya tidak semua informasi yg ada
di router akan dikirim seluruhnya ke router-router lainnya, tetapi hanya
informasi yang berubah/bertambah/berkurang saja yang akan di kirim ke semua
router dalam 1 area, sehingga meng-efektifkan dan mengefisienkan bandwidth yg
ada. Pengguna OSPF biasanya adalah para administrator jaringan berskala sedang
sampai besar. Jaringan dengan jumlah router lebih dari sepuluh buah, dengan
banyak lokasi-lokasi remote yang perlu juga dijangkau dari pusat, dengan jumlah
pengguna jaringan lebih dari lima ratus perangkat komputer, mungkin sudah layak
menggunakan routing protocol ini. Link-state routing protocol ini juga memiliki
ciri-ciri memberikan informasi ke semua router, sehingga setiap router bisa
melihat topologinya masing-masing. Lalu convergencenya antar router sangatlah
cepat dikarenakan informasi yang berubah/bertambah/berkurang saja yang dikirim
ke router-router lainnya. Sehingga tidak mudah terjadi Routing loops, jika
menggunakan routing protocol OSPF maka dibutuhkan power memory dan proses yang
lebih besar, dan OSPF itu susah untuk dikonfigurasi. OSPF berdasarkan Open
Standard, maksudnya adalah OSPF ini dapat dikembangkan dan diperbaiki oleh
vendor-vendor lainnya.
Classful Routing Protocol
Protokol routing Classful tidak membawa informasi
subnet mask pada update routing. Ia hanya membawa informasi ip-address
saja, dan menggunakan informasi default mask sebagai mask-nya. Hal ini membuat
mereka tidak cocok untuk mengatasi hierarkis yang membutuhkan Variabel Length
Subnet Mask (VLSM) dan tdk berhubungan jaringan.Classless routing protocol
melakukan membawa informasi subnet mask pada update routing.
RIP v1 dan classful IGRP adalah protokol routing. RIP
v2, EIGRP, OSPF, dan BGP adalah protokol routing tanpa kelas. Ketika
menjalankan sebuah routing protocol classful di dalam sebuah jaringan, pastikan
anda menggunakan subnet mask yang sama di mana-mana. Jika tidak, routing
lubang hitam dapat terjadi.
Classfull merupakan metode pembagian IP address berdasarkan
kelas dimana IP address ( yang berjumlah sekitar 4 milyar ) dibagi kedalam lima
kelas yakni
1.
Address
kelas A
1 bit pertama IP Address-nya“0"
1 bit pertama IP Address-nya“0"
- Address kelas B
2 bit pertama IP Address-nya“10” - Address kelas C
3 bit pertama IP Address-nya“110” - Address kelas D
4 bit pertama IP Address-nya“1110” - Address kelas E
4 bit pertama IP Address-nya“1111”
Kelemahan dari classful routing protocols ialah tak dapat
men-suport VLSM.
Classless Routing Protocol
Classless routing protocol standar memperpanjang Kelas A, B,
atau C skema pengalamatan IP dengan menggunakan sebuah subnet mask atau mask
panjang untuk menunjukkan bagaimana router harus menafsirkan ID jaringan
IP.
Classless routing protocol termasuk
subnet mask bersama dengan alamat IP ketika iklan informasi
routing. Subnet mask mewakili ID jaringan tidak terbatas pada mereka yang
didefinisikan oleh kelas-kelas alamat, tetapi dapat berisi variabel jumlah bit
orde tinggi. Subnet mask seperti fleksibilitas memungkinkan Anda untuk
mengelompokkan beberapa jaringan sebagai satu entri di tabel routing, routing
secara signifikan mengurangi biaya overhead. Classless routing protocol
termasuk RIP v2, dan OSPF, Border Gateway Protocol versi 4 (BGP4) dan
Intermediate System untuk Intermediate System (IS-IS).
Kelebihan Classless routing
Metode classless addressing
(pengalamatan tanpa kelas) saat ini mulai banyak diterapkan, yakni dengan
pengalokasian IP Address dalam notasi Classless Inter Domain Routing(CIDR).
Istilah lain yang digunakan untuk menyebut bagian IP address yang menunjuk
suatu jaringan secara lebih spesifik, disebut juga denganNetwork Prefix.
Biasanya dalam menuliskan network prefix suatu kelas IP Address digunakan tanda
garis miring (Slash)“/”, diikuti dengan angka yang menunjukan panjang network prefix
ini dalam bit.
Contoh: 192.168.0.0/24
Contoh: 192.168.0.0/24