Senin, 30 Juli 2012
Unit Pelaksana Teknis Stikom Surabaya
1. AAK (Administrasi Akademik & Kemahasiswaan)
AAK berada di lantai 2 gedung merah STIKOM Surabaya
3 hal yang penting untuk mahasiswa:
Buku Pedoman Akademik.
Kalender Akademik.
SIIS (Student Integrited Information System)
Rekan – rekan AKK :
a. Khoirul : Presentasi mahasiswa
dispensasi.
b. Tasya : Kehadiran dosen.
c. Ali dan Sapta : Regristrasi dan surat – surat
(transkrip aktif).
d. Diana : Soal ujian dan nilai ujian.
e. Netti : Ijazah, Yudisium, Laporan
kopertis
f. Vivine : Kabag. Akademik
Proses AAK secara global :
a. Registrasi dan her – Regristrasi (KRS) dalam Pasal 15
Kartu Rencana Study
b. Perwalian.
c. Perkuliahan.
d. Ujian.
e. Semester Pendek.
f. Yudisium (KHS).
g. Tutup Semester.
Cara pembayaran dan sanksi keterlambatan, apabila
tidak akan mengikuti ujian :
-- 1 --
Untuk mengupdate status mahasiswa harus daftar uamg. Apabila 2x tidak registrasi akan tetrken DO (Drop Out) secara otomatis. Semester 1 dan 2 masih terikat paket. Tetapi untuk ajaran 2012 semester 2 apabila IPS > 2 maka boleh menambah SKS. Pembatalan KRS max minggu ke 4 setelah perwalian sesuai dengan pesetujuan dosen wali (Pasal 15 Kartu Rencana Study)
Pasca Perwalian ( minggu 1 ) :
Jika MK (Mata Kuliah) dibatalkan oleh prodi.
Boleh mengganti sesuai jadwal
Pembatalan KRS ( minggu ke 4 ) :
Hapus MK maka status baru.
Melalui SIIS dan mencetak KRS dan AAK.
Cara Pembayaran dan Sanksi Keterlambatan :
1. Semua pembayaran BP atau BOP dilakukan melalui pendebetan otomatis pada rekening mahasiswa pada Bank yang ditunjukan oleh STIKOM Surabaya dengan jadwal yang diatur dalam ketetapan tersendiri.
2. Keterlambatan pembayaran BP atau BOP dikenakan sanksi yang berlaku yaitu :
a. Tidak dapat mengikuti Ujian UTS dan UAS.
b. Dikenakan denda sebagai berukut:
Jumlah Hari Keterlambatan
%denda
1 s/d 30
5%
31 s/d 90
10%
>90
15%
-- 2 --
1. AU (Administrasi Umum)
AU berada di lantai 2 gedung biru . Bagian AU menaungi peminjaman fasilitas yang ada di STIKOM Surabaya misalnya peminjaman ruangan, bus, kursi dan lain – lain.
Tata cara peminjaman ruang & peralatan :
1. Mahasiswa meminta form peminjaman di AU
2. Mahasiswa mengisi form peminjaman dan di tanda tangani oleh mahasiswa yang bertanggung jawab pada peminjaman.
3. Setelah itu berikan form pada petugas dan akan disah kan oleh petugas.
4. Foto copy form sebanyak 3 lembar.
5. Berikan lembar 1 kepada petugas AU, lembar 2 Bagian Kemahasiswaan dan lembar 3 pada Satpam.
6. Simpan form yang asli sebagai bukti.
2. Kemahasiswaan
Pada dasarnya Perguruan Tinggi mempunyai tugas untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM-Mahasiswa) yang berkualitas. Kualitas SDM yang dimaksudkan bukan hanya pada lingkup kompetensi, ketrampilan dan keahlian akademik (Hard Skill atau
Akademic Skill) saja, tetapi juga menyangkut kepribadian, attitude, moral dan keimanan (Life Skill atau Social Skill). Hal ini berarti Perguruan Tinggi tidak hanya sekedar menyuguhkan kegiatan akademis belaka, namun juga kegiatan-kegiatan non akademis. Untuk pengembangan
-- 3 --
Soft Skills, bagian Kemahasiswaan STMIK STIKOM Surabaya berkewajiban mengelola kegiatan dan program pembinaan Soft Skills dengan berkoordinasi bersama para kepala Program Studi serta berkoordinasi dengan bagian terkait dalam rangka menyediakan sarana dan fasilitas sebagai wadah organisasi kegiatan mahasiswa, sehingga memungkinkan pengembangan penalaran, bakat minat dalam seni, budaya, dan olah raga, kesejahteraan serta pengabdian kepada masyarakat.
3. DEMA
Kedudukan organisasi ini sebagai organisasi non-struktural di lingkungan STIKOM berfungsi untuk menjaring, menampung dan menyaring serta mengemas aspirasi mahasiswa dalam lingkungan STIKOM tentang apa yang dirasakan dan dihadapi dalam bermacam-macam kegiatan yang telah maupun akan diadakan oleh Senat Mahasiswa. Selanjutnya aspirasi tersebut diolah untuk diteruskan kepada lembaga untuk mendapatkan tanggapan dan tindak lanjut. DEMA mempunyai kedudukan yang sejajar dengan SEMA serta menjalankan fungsi pengawasan bagi pelaksanaan Program Kerja SEMA, dan berintegrasi dengan Hima Prodi.
4. SEMA
Organisasi ini adalah pelaksana ( eksekutif ) dari Program Kerja Tahunan SEMA yang diputuskan dalam Rapat Kerja Tahunan SEMA. Program Kerja Tahunan SEMA di dasarkan kepada :
1. penjabaran arahan/kebijaksanaan lembaga kedalam Program Kerja Senat Mahasiswa Tahunan
2. Mengkoordinasikan, mengkomunikasikan dan mengsinkronisasikan aktifitas kegiatan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dan UKK (Unit Kegiatan Kerohanian) kearah semangat kompetisi yang sehat dan prestasi
3. Mengembangkan ketrampilan manajemen organisasi mahasiswa.
5. KOPMA
Menyediakan beberapa barang kebutuhan mahasiswa, misalnya alat-alat tulis, buku paket, fotocopy, makanan kecil, kafe, wartel dan sebagainya. Kopma ini memiliki badan hukum dan dalam kepengurusannya dikelola oleh mahasiswa ada dalam bimbingan dan pembinaan bagian Kemahasiswaan. Koperasi mahasiswa ini juga mengemban tugas untuk mengenal dan menumbuhkembangkan jiwa wiraswasta atau interprenuership pada mahasiswa STIKOM Surabaya
.
-- 6 --
6. Perpustakaan
Jam Layanan :
Senin - Jum'at : 07.00 - 19.00 WIB
Sabtu : 07.00 - 12.00 WIB
Layanan perpustakaan diberikan dengan tujuan memberikan kemudahan akses informasi dan pendayagunaan bahan perpustakaan dari semua jenis karya cetak maupun karya dijital yang menjadi koleksi perpustakaan STIKOM Surabaya. Selain itu, pelayanan di perpustakaan STIKOM terus ditingkatkan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi berdasarkan minat, kebutuhan dan permintaan masyarakat pelanggan perpustakaan.
Cara menggunakan komputer katalog :
Cara menggunakan komputer katalog dengan memasukkan kata kunci untuk judul, atau pengarang, atau subyek. Dari komputer katalog ini kita mendapatkan informasi apakah koleksinya sedang dipinjam atau tidak, jumlahnya berapa, dan lokasinya dimana. Sedangkan fungsinya adalah untuk:
Penelusuran koleksi
Informasi koleksi baru
Usulan pembelian koleksi
Masukan untuk perpustakaan
Tata tertib perpustakaan :
Memasuki Perpustakaan dengan tertib melalui pintu yang telah ditentukan dan wajib memasukkan NIM / NIK /
-- 7 --
NIAB (No Induk Anggota Baca) di komputer yang telah disediakan
Bersepatu dan memakai pakaian rapi, (baju dimasukkan pada rok / celana dan tidak memakai kaos blong/tanpa krah).
Tidak membawa tas, jaket dan tidak memakai topi (bisa dititipkan di Loker). Barang berharga harap dibawa masuk (bila perlu lapor kepada petugas).
Tidak membawa makanan, minuman dan tidak merokok di dalam ruangan
Turut menjaga ketenangan suasana perpustakaan (bagi yang membawa HP harap mode silent diaktifkan)
Wajib memeriksakan semua barang yang dibawa kepada petugas saat meninggalkan ruangan
Aturan dan ketentuan peminjaman Koleksi :
Mahasiswa aktif :
3 expl Bahan Pustaka, masing-masing selama 6 hari
1 expl Majalah, selama 2 hari (jika bendel selama 6 hari)
1 keping CD (baik CD Software atau CD Buku) selama 1 hari
Mahasiswa tugas akhir :
5 expl Bahan pustaka, masing-masing selama 30 hari
1 expl Majalah selama 2 hari (jika bendel selama 6 hari)
1 keping CD selama 1 hari
-- 8 –
7. Keuangan
Pelayanan bagian mahasiswa :
a. Biaya pengembangan / BP / SP
Hanya dikenakan sekali pada saat menjadi mahasiswa baru.
b. Biaya Operasional Pendidikan / BOP / SPP
Dibayarkan setiap semester yang merupakan satu kesatuan dari biaya kuliah, registrasi, praktikum, dan ujian. Besarnya BOP akan sama pada setiap semester hingga tahun ke – 4. Dan setelah melewati tahun ke – 4 akan naik sesuai dengan BOP angkatan berikutnya atau maksimal 25 % dari BOP awal.
Pembukaan kolektif rekening CIMB NIAGA :
Bukti registrasi / KTM
Fotocopy KTP
Mengisi surat keterangan dengan membawa foto 3 x 4.
Membawa uang Rp. 500.000
Membawa 2 materai Rp.6.000.
Tata cara pembayaran angsuran BOP :
Mahasiswa mensetor uang ke masing – masing rekening CIMB NIAGA nya sebelum tgl 10 untuk setiap bulannya.
Uang otomatis akan terdebit.
Untuk yang tidak menggunakan autodebit, bisa mentransfer uang sejumlah angsuran ke rekening stikom (CIMB atau BCA).
Menyerahkan bukti transfer beserta nama dan nim ke bagian keuangan di lantai 2 gedung biru.
Nick Vujicic
Waktu
saya berusia 12 tahun, saya berniat untuk bunuh diri. Saya memang pergi
ke sekolah, tapi hidup saya tidak ada di sekolah. Saya melihat diri saya
tidak layak lagi untuk hidup… dan saya begitu menyesali keadaan diri
saya… Tapi yang saya harapkan saat itu seseorang datang dan berkata
semuanya akan baik-baik saja. Masalahnya jika orang mengatakan hal itu,
maka saya akan katakan, “Bagaimana bisa, kamu tidak tahu pahitnya hidup
dan masa depan saya. Yang membuat saya senang adalah memiliki orang tua
dan saudara yang sangat mendukung saya. Saya selalu terbuka dengan
mereka tentang hidup dan perjuangan saya.
khususnya pada saat saya berusia 7 sampai 9 tahun. Saya tumbuh di keluarga Kristen, semua orang berkata bahwa tuhan itu Kasih. Setiap orang berkata bahwa Tuhan baik selamanya dan untuk selamanya Tuhan baik. Tapi saya tidak bisa mengatakan itu. Saya tidak dapat melihat kasih Tuhan dalam hidup saya karena rasa sakit dan penderitaan yang saya alami. Saya tidak mengerti kenapa ini bisa terjadi atas diri saya. Rupanya Tuhan tahu kalau saya akan dilahirkan seperti ini dan saya pikir kalau Dia mengasihi saya, seperti kepada yang lainnya, kenapa Dia membiarkan saya dilahirkan seperti ini… dan juga, kalau Dia dapat melakukan segala sesuatu, mengasihi dan memperdulikan saya, lalu mengapa Dia tidak memberikan saya tangan dan kaki secara mujizat?
Untuk beberapa tahun saya marah pada Tuhan, tidak bicara kepadaNya dan tidak mau melakukan apapun untukNya, sebab dalam setiap keadaan membuat saya bertanya dimanakah Tuhan? Apakah Dia itu benar-benar ada? Apakah Dia mendengar doa kita? Pertanyaan-pertanyaan ini yang selalu terlintas dalam benak saya.
Waktu saya berusia 8 tahun, saya mengalami depresi yang sangat berat. Dipenuhi oleh kemarahan saya terhadap Tuhan, membuat saya ingin menyerah dari hidup ini. Saya selalu bergantung pada orang lain, bahkan untuk mengambil segelas airpun saya tidak mampu. Jadi daripada saya membebani orang lain, lebih baik saya akhiri saja hidup saya. Saya tidak menemukan arti dan tujuan hidup saya…
Seperti tertulis dalam kitab suci, bahwa Tuhan memiliki harapan dan masa depan untuk kita, tapi saya sama sekali tidak meemukan harapan dan masa depan bagi hidup saya. Jadi seringkali saya tidak mengerti bagaimana saya bisa menikah, berkeluarga, hidup sepeti orang normal dan yang lainnya… dan sekalipun menikah, bagaimana saya bisa memegang tangan istri saya? Hal-hal inilah yang terjadi atas diri saya. Namun perubaan datng saat umur saya 13 tahun.
Tadinya saya berpikir bahwa saya adalah satu-satunya orang di dunia ini yang memiliki ketidakmampuan seperti ini. Lalu ibu saya menunjukkan sebuah koran yang memuat artikel tentang seseorang yang mampu mengatasi ketidakmampuannya sendiri. Dan itu membuka pikiran saya, bahwa mungkin saya bukan satu-satunya orang yang menderita. Saya mulai melihat ini sebagai berkat, dan saya melihat hidup saya bukan setengah kosong melainkan setengah penuh. Saya tidak tahu berapa penuh, tapi saya melihat kekurangan ini sebagai karunia.
Saya di sini bukan untuk memotivasi karena itu bersifat sementara, saya di sini untuk memberikan inspirasi, karena inspirasi itu bersifat kekal. Dan saya ingin orang mengingat saya waktu mereka melalui masa yang sukar. Saya ingin orang melihat hidup saya sebagai contoh dari kasih karunia Tuhan, supaya semua orang tahu bahwa saya memiliki harapan hanya di dalam Yesus Kristus.
khususnya pada saat saya berusia 7 sampai 9 tahun. Saya tumbuh di keluarga Kristen, semua orang berkata bahwa tuhan itu Kasih. Setiap orang berkata bahwa Tuhan baik selamanya dan untuk selamanya Tuhan baik. Tapi saya tidak bisa mengatakan itu. Saya tidak dapat melihat kasih Tuhan dalam hidup saya karena rasa sakit dan penderitaan yang saya alami. Saya tidak mengerti kenapa ini bisa terjadi atas diri saya. Rupanya Tuhan tahu kalau saya akan dilahirkan seperti ini dan saya pikir kalau Dia mengasihi saya, seperti kepada yang lainnya, kenapa Dia membiarkan saya dilahirkan seperti ini… dan juga, kalau Dia dapat melakukan segala sesuatu, mengasihi dan memperdulikan saya, lalu mengapa Dia tidak memberikan saya tangan dan kaki secara mujizat?
Untuk beberapa tahun saya marah pada Tuhan, tidak bicara kepadaNya dan tidak mau melakukan apapun untukNya, sebab dalam setiap keadaan membuat saya bertanya dimanakah Tuhan? Apakah Dia itu benar-benar ada? Apakah Dia mendengar doa kita? Pertanyaan-pertanyaan ini yang selalu terlintas dalam benak saya.
Waktu saya berusia 8 tahun, saya mengalami depresi yang sangat berat. Dipenuhi oleh kemarahan saya terhadap Tuhan, membuat saya ingin menyerah dari hidup ini. Saya selalu bergantung pada orang lain, bahkan untuk mengambil segelas airpun saya tidak mampu. Jadi daripada saya membebani orang lain, lebih baik saya akhiri saja hidup saya. Saya tidak menemukan arti dan tujuan hidup saya…
Seperti tertulis dalam kitab suci, bahwa Tuhan memiliki harapan dan masa depan untuk kita, tapi saya sama sekali tidak meemukan harapan dan masa depan bagi hidup saya. Jadi seringkali saya tidak mengerti bagaimana saya bisa menikah, berkeluarga, hidup sepeti orang normal dan yang lainnya… dan sekalipun menikah, bagaimana saya bisa memegang tangan istri saya? Hal-hal inilah yang terjadi atas diri saya. Namun perubaan datng saat umur saya 13 tahun.
Tadinya saya berpikir bahwa saya adalah satu-satunya orang di dunia ini yang memiliki ketidakmampuan seperti ini. Lalu ibu saya menunjukkan sebuah koran yang memuat artikel tentang seseorang yang mampu mengatasi ketidakmampuannya sendiri. Dan itu membuka pikiran saya, bahwa mungkin saya bukan satu-satunya orang yang menderita. Saya mulai melihat ini sebagai berkat, dan saya melihat hidup saya bukan setengah kosong melainkan setengah penuh. Saya tidak tahu berapa penuh, tapi saya melihat kekurangan ini sebagai karunia.
Saya di sini bukan untuk memotivasi karena itu bersifat sementara, saya di sini untuk memberikan inspirasi, karena inspirasi itu bersifat kekal. Dan saya ingin orang mengingat saya waktu mereka melalui masa yang sukar. Saya ingin orang melihat hidup saya sebagai contoh dari kasih karunia Tuhan, supaya semua orang tahu bahwa saya memiliki harapan hanya di dalam Yesus Kristus.
Minggu, 29 Juli 2012
Cara membuat ID Card
Tampak Depan
- Segi delapan sisi-sisinya berukuran 15cm. Didalamnya terdapat tulisan OKK 2012 STIKOM SURABAYA, nama, nim, nama prodi, foto ukuran 4x6 cm tampak depan
- Terdapat tulisan WE ARE A TEAM berukuran 2x13 cm
- Disebelah pojok kiri terdapat logo STIKOM ukuran 4x5 cm
- Disebelah pojok kanan terdapat logo kelompok
- Segi delapan sisi-sisinya berukuran 15cm. Didalamnya terdapat tulisan OKK 2012 STIKOM SURABAYA, motto, dan foto ukuran 4x6 cm tampak belakang
- Disisi kiri terdapat persegi panjang berukuran 5x15 cm dengan tulisan PIN EMOTION
- Disi kanan terdapat persegi panjang berukuran 5x15 cm dengan tulisan SPIRIT OF CHANGE
- Dan disisi bawah terdapat persegi panjang berukuran 2x20 cm dengan tulisan KATA MOTIVASI.
Cara membuat tas OKK
Cara Membuat Tas
- Siapkan 1 Kardus, kertas Linen, Isolasi, double tape, tali tampar/tali kor dan selang.
- Buatlah 1 kardus itu menjadi sebuah tas koper di bungkus dengan kertas linen berwarna prodi dam pegangan tas terbuat ditali tampar dikepang 2 dan dimasukkan dalam selang dan tali tsb difungsikan sebagai kunci agar tas tidak terbuka pada saat tas dibawa, sedangkan slempangan tas terbuat dari tali kor yang dikepang.3.
- data identitas diluar tas terdapat :
- NIM
- Logo Stikom
- Nama & Logo Kelompok
- Diberi kata-kata "The Winner & We Are a Team"
- buat 6 lubang disisi kiri koper (berpasangan 2 lubang sejajar horisontal)
- masukkan 1 tali kor di 2 lubang yang sejajar (horisontal) ikat ujung- ujungnya.
- masukkan 1 talikor yang berukuran panjang pada 2 lubang sejajar (paling atas)
- Buat 2 lubang di sisi bawah koper bagian kiri (sejajar)
- masukkan 2 tali dan ikat masing2 ujungnya.
- buat anyaman dengan 2 tali yang menjuntai di sisibawah agar tempat minum tidak jatuh kebawah
- Buatlah 6 lubang di sisi kiri koper ( berpasangan 2 lubang sejajar horizontal )
- Masukkan 1 tali kor di 2 lubang yang sejajar ( horizontal ). ikat ujung-ujungnya
- Masukkan 1 tali kor yang berukuran panjang pada 2 lubang sejajar ( paling atas )
- Buatlah 2 lubang di sisi bawah koper bagian kiri ( sejajar )
- Masukkan 2 tali dan ikat masing-masing ujungnya
- Buatlah anyaman dengan 2 tali yang menjuntai disisi bawah agar tempat minum tidak jatuh ke bawah
Rabu, 25 April 2012
Tugas Jarkom Pertemuan 8
Nama : Fretie
Dwirory
Routing adalah suatu
protokol yang digunakan untuk mendapatkan rute dari satu jaringan ke jaringan
yang lain. Rute ini, disebut dengan route dan informasi route secara dinamis
dapat diberikan ke router yang lain ataupun dapat diberikan secara statis ke
router lain.
Seorang
administrator memilih suatu protokol routing dinamis berdasarkan keadaan
topologi jaringannya. Misalnya berapa ukuran dari jaringan, bandwidth yang
tersedia, proses power dalam router, merek dan model dari router, dan protokol
yang digunakan dalam jaringan.
Routing adalah
proses dimana suatu router mem-forward paket ke jaringan yang dituju. Suatu
router membuat keputusan berdasarkan IP address yang dituju oleh paket. Semua
router menggunakan IP address tujuan untuk mengirim paket. Agar keputusan
routing tersebut benar, router harus belajar bagaimana untuk mencapai tujuan.
Ketika router menggunakan routing dinamis, informasi ini dipelajari dari router
yang lain. Ketika menggunakan routing statis, seorang network administrator
mengkonfigurasi informasi tentang jaringan yang ingin dituju secara manual.
Jika routing yang
digunakan adalah statis, maka konfigurasinya harus dilakukan secara manual,
administrator jaringan harus memasukkan atau menghapus rute statis jika terjadi
perubahan topologi. Pada jaringan skala besar, jika tetap menggunakan routing
statis, maka akan sangat membuang waktu administrator jaringan untuk melakukan
update table routing. Karena itu routing statis hanya mungkin dilakukan untuk
jaringan skala kecil. Sedangkan
routing dinamis bias diterapkan di jaringan skala besar dan membutuhkan kemampuan lebih dari administrator.
routing dinamis bias diterapkan di jaringan skala besar dan membutuhkan kemampuan lebih dari administrator.
Routing statis :
Cara kerja routing statis dapat dibagi menjadi 3 bagian:- Administrator jaringan yang mengkonfigurasi router
- Router melakukan routing berdasarkan informasi dalam tabel routing
- Routing statis digunakan untuk melewatkan paket data
Routing dinamis
Routing protocol adalah berbeda dengan routed protocol. Routing protocol adalah komunikasi antara router-router. Routing protocol mengijinkan router- router untuk sharing informasi tentang jaringan dan koneksi antar router. Router menggunakan informasi ini untuk membangun dan memperbaiki table routingnya.
Contoh routing
protokol:
- Routing Information Protocol (RIP) Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah routing protocol jenis distance-vector, dimana RIP mengirimkan routing table yang lengkap ke semua interface yang aktif setiap 30 detik. RIP hanya menggunakan jumlah hop untuk menentukan cara terbaik ke sebuah network remote , tetapi RIP secara default memiliki sejumah nilai jumlah hop maksimum yang diizinkan, yaitu 15 yang berarti 16 dianggab tidak terjangkau (unreachable).
RIP versi 1
menggunakan hanya classful routing, yang berarti semua alat di network harus
menggunakan subnet mask yang sama. RIP versi 2 menyediakan sesuatu yang disebut
prefix routing, dan bisa mengirimkan informasi subnet mask bersama dengan
update-update dari route (classless routing).
RIP adalah routing
vektor jarak-protokol, yang mempekerjakan hop sebagai metrik routing. Palka
down time adalah 180 detik. RIP mencegah routing loop dengan menerapkan batasan
pada jumlah hop diperbolehkan dalam path dari sumber ke tempat tujuan. Jumlah
maksimum hop diperbolehkan untuk RIP adalah 15. Batas hop ini, bagaimanapun,
juga membatasi ukuran jaringan yang dapat mendukung RIP. Sebuah hop 16 adalah
dianggap jarak yang tak terbatas dan digunakan untuk mencela tidak dapat
diakses, bisa dioperasi, atau rute yang tidak diinginkan dalam proses seleksi.
Awalnya setiap RIP
router ditularkan pembaruan penuh setiap 30 detik. Pada awal penyebaran, tabel
routing cukup kecil bahwa lalu lintas tidak signifikan. Seperti jaringan tumbuh
dalam ukuran, bagaimanapun, itu menjadi nyata mungkin ada lalu lintas
besar-besaran meledak setiap 30 detik, bahkan jika router sudah diinisialisasi
secara acak kali. Diperkirakan, sebagai akibat dari inisialisasi acak, routing
update akan menyebar dalam waktu, tetapi ini tidak benar dalam praktik. Sally
Floyd dan Van Jacobson menunjukkan pada tahun 1994 bahwa, tanpa sedikit
pengacakan dari update timer, penghitung waktu disinkronkan sepanjang waktu dan
mengirimkan update pada waktu yang sama. Implementasi RIP modern disengaja
memperkenalkan variasi ke update timer interval dari setiap router.
RIP
mengimplementasikan split horizon, rute holddown keracunan dan mekanisme untuk
mencegah informasi routing yang tidak benar dari yang disebarkan. Ini adalah
beberapa fitur stabilitas RIP.
Dalam kebanyakan lingkungan
jaringan saat ini, RIP bukanlah pilihan yang lebih disukai untuk routing
sebagai waktu untuk menyatu dan skalabilitas miskin dibandingkan dengan EIGRP,
OSPF, atau IS-IS (dua terakhir yang link-state routing protocol), dan batas hop
parah membatasi ukuran jaringan itu dapat digunakan in Namun, mudah untuk
mengkonfigurasi, karena RIP tidak memerlukan parameter pada sebuah router dalam
protokol lain oposisi.
RIP dilaksanakan di
atas User Datagram Protocol sebagai protokol transport. Menggunakan port 520.
Ada tiga versi dari
Routing Information Protocol: RIPv1, RIPv2, dan RIPng.
- Interior Gateway Routing Protocol (IGRP)
EIGRP
(Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah routing protocol yang hanya
di adopsi oleh router cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol
pada cisco. Dimana EIGRP ini hanya bisa digunakan sesama router cisco saja.
Bgmn bila router cisco digunakan dengan router lain spt Juniper, Hwawei, dll
menggunakan EIGRP??? Seperti saya bilang diatas, EIGRP hanya bisa digunakan
sesama router cisco saja. EIGRP ini sangat cocok digunakan utk midsize dan
large company. Karena banyak sekali fasilitas2 yang diberikan pada protocol
ini.
Hal-hal dasar yang perlu diketahui EIGRP sering disebut juga hybrid-distance-vector routing protocol, karena EIGRP ini terdapat dua tipe routing protocol yang digunakan, yaitu:
- distance vector, dan
- link state.
Hal-hal dasar yang perlu diketahui EIGRP sering disebut juga hybrid-distance-vector routing protocol, karena EIGRP ini terdapat dua tipe routing protocol yang digunakan, yaitu:
- distance vector, dan
- link state.
Utk tipe2 routing protocol akan saya tambahkan sehabis penjelasan tentang EIGRP. EIGRP ini pengembangan dari routing protocol IGRP (distance vector), prorpietary cisco juga. Perbandingan (bukan perbedaan) antar IGRP dan EIGRP di bagi menjadi beberapa kategori:
1. Compability mode
2. Metric colocation
3. Hop count
4. Automatic protocol redistribution
5. Route tagging
EIGRP dan IGRP dapat di kombinasikan satu sama lain karena EIGRP adalah hanya pengembangan dari IGRP.
Dalam perhitungan untuk menentukan path/jalur manakah yang tercepat/terpendek, EGIRP menggunakan algortima DUAL (Diffusing-Update Algorithm) dalam menentukannya.
EIGRP mempunyai 3 table dalam menyimpan informasi networknya:
1. Neighbor table : Tabel yang paling penting dari tabel2 yang lainnya. di tabel ini menyimpan list tentang router2 tetangganya. Setiap ada router baru yg dipasang,address dan interface langsung dicatat di tabel ini.
2. Topology table : Tabel ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan dari Routing table dalam 1 autonomous system (kya sistem area di OSPF). DUAL mengambil informasi dari “neighbor tabel” dan “topology table” untuk melakukan kalkulasi “lowest cost routes to each destination”.
3. Routing table : menyimpan the best routes to a destination. Informasi tersebut diambil dari “topology table”
Internal Route : Route-route yang berasal dari dalam suatu autonomous system dari router2 yang menggunakan routing protocol EIGRP, yang menjadi anggota dari autonomous system adalah yang mempunyai ADN dari EIGRP yang sama dan mempunyai autonomous system yang sama juga. ADN internal route adalah 90.
External Route : Route-route yang muncul dari luar autonomous system, baik redistribution secara manual maupun secara otomatis.
- Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP)
EIGRP
( Enhanched Interior Gateway Routing Protocol) adalah routing protocol
yang hanya diadopsi oleh router cisco atau sering disebut sebagai
proprietary protocol pada cisco, dimana EIGRP ini hanya bisa
digunakan sesama router cisco. EIGRP menggunakan formula berbasis
bandwidth dan delay untuk
menghitung
metric yang sesuai dengan suatu rute. EIGRP melakukan konvergensi secara tepat
ketika menghindari loop. EIGRP tidak melakukan perhitungan-perhitungan rute
seperti yang dilakukan oleh protocol link state. Hal ini
menjadikan EIGRP tidak membutuhkan desain ekstra, sehingga hanya memerlukan
lebih sedikit memori dan proses dibandingkan protocol link state.
Konvergensi EIGRP lebih cepat dibandingkan dengan protocol distance vector.
Hal ini terutama disebabkan karena EIGRP tidak memerlukan fitur loopavoidance
yang pada kenyataannya menyebabkan konvergensi protocol distance vector
melambat. Hanya dengan mengirim sebagian dari routing update (setelah
seluruh informasi routing dipertukarkan). EIGRP
mengurangi
pembebanan di jaringan. Salah satu kelemahan utama EIGRP adalah protocol Cisco-propritary,
sehingga
jika diterapkan pada jaringan multivendor diperlukan suatu fungsi yang disebut route
redistribution. Fungsi ini akan menangani proses pertukaran rute router di
sntara dua protocol link state (OSPF dan EIGRP).
EIGRP
sering disebut juga hybriddistance- vector routing protocol, karena EIGRP
ini terdapat dua tipe routing protocol yang digunakan, yaitu distance
vector dan link state. Dalam perhitungan untuk menentukan
jalur manakah yang terpendek, EIGRP menggunaklan algoritma DUAL (Diffusing
Update Algorithm) dalam menentukannya.
- Open Shortest Path First (OSPF)
OSPF
(Open Shortest Path First) adalah routing protocol yang secara umum bisa
digunakan oleh router lainnya (cisco,juniper, huawei, dll), maksudnya dari
keterangan diatas bahwa routing protocol OSPF ini dapat digunakan seluruh
router yang ada di dunia ini bukan hanya cisco, tetapi seluruhnya dapat
mengadopsi routing protocol OSPF. Teknologi yang digunakan oleh routing
protokol ini adalah teknologi link-state yang memang didesain untuk bekerja
dengan sangat efisien dalam proses pengiriman update informasi rute. Cara
updatenya itu secara Triggered update, maksudnya tidak semua informasi yg ada
di router akan dikirim seluruhnya ke router-router lainnya, tetapi hanya
informasi yang berubah/bertambah/berkurang saja yang akan di kirim ke semua
router dalam 1 area, sehingga meng-efektifkan dan mengefisienkan bandwidth yg
ada. Pengguna OSPF biasanya adalah para administrator jaringan berskala sedang
sampai besar. Jaringan dengan jumlah router lebih dari sepuluh buah, dengan
banyak lokasi-lokasi remote yang perlu juga dijangkau dari pusat, dengan jumlah
pengguna jaringan lebih dari lima ratus perangkat komputer, mungkin sudah layak
menggunakan routing protocol ini. Link-state routing protocol ini juga memiliki
ciri-ciri memberikan informasi ke semua router, sehingga setiap router bisa
melihat topologinya masing-masing. Lalu convergencenya antar router sangatlah
cepat dikarenakan informasi yang berubah/bertambah/berkurang saja yang dikirim
ke router-router lainnya. Sehingga tidak mudah terjadi Routing loops, jika
menggunakan routing protocol OSPF maka dibutuhkan power memory dan proses yang
lebih besar, dan OSPF itu susah untuk dikonfigurasi. OSPF berdasarkan Open
Standard, maksudnya adalah OSPF ini dapat dikembangkan dan diperbaiki oleh
vendor-vendor lainnya.
Classful Routing Protocol
Protokol routing Classful tidak membawa informasi
subnet mask pada update routing. Ia hanya membawa informasi ip-address
saja, dan menggunakan informasi default mask sebagai mask-nya. Hal ini membuat
mereka tidak cocok untuk mengatasi hierarkis yang membutuhkan Variabel Length
Subnet Mask (VLSM) dan tdk berhubungan jaringan.Classless routing protocol
melakukan membawa informasi subnet mask pada update routing.
RIP v1 dan classful IGRP adalah protokol routing. RIP
v2, EIGRP, OSPF, dan BGP adalah protokol routing tanpa kelas. Ketika
menjalankan sebuah routing protocol classful di dalam sebuah jaringan, pastikan
anda menggunakan subnet mask yang sama di mana-mana. Jika tidak, routing
lubang hitam dapat terjadi.
Classfull merupakan metode pembagian IP address berdasarkan
kelas dimana IP address ( yang berjumlah sekitar 4 milyar ) dibagi kedalam lima
kelas yakni
1.
Address
kelas A
1 bit pertama IP Address-nya“0"
1 bit pertama IP Address-nya“0"
- Address kelas B
2 bit pertama IP Address-nya“10” - Address kelas C
3 bit pertama IP Address-nya“110” - Address kelas D
4 bit pertama IP Address-nya“1110” - Address kelas E
4 bit pertama IP Address-nya“1111”
Kelemahan dari classful routing protocols ialah tak dapat
men-suport VLSM.
Classless Routing Protocol
Classless routing protocol standar memperpanjang Kelas A, B,
atau C skema pengalamatan IP dengan menggunakan sebuah subnet mask atau mask
panjang untuk menunjukkan bagaimana router harus menafsirkan ID jaringan
IP.
Classless routing protocol termasuk
subnet mask bersama dengan alamat IP ketika iklan informasi
routing. Subnet mask mewakili ID jaringan tidak terbatas pada mereka yang
didefinisikan oleh kelas-kelas alamat, tetapi dapat berisi variabel jumlah bit
orde tinggi. Subnet mask seperti fleksibilitas memungkinkan Anda untuk
mengelompokkan beberapa jaringan sebagai satu entri di tabel routing, routing
secara signifikan mengurangi biaya overhead. Classless routing protocol
termasuk RIP v2, dan OSPF, Border Gateway Protocol versi 4 (BGP4) dan
Intermediate System untuk Intermediate System (IS-IS).
Kelebihan Classless routing
Metode classless addressing
(pengalamatan tanpa kelas) saat ini mulai banyak diterapkan, yakni dengan
pengalokasian IP Address dalam notasi Classless Inter Domain Routing(CIDR).
Istilah lain yang digunakan untuk menyebut bagian IP address yang menunjuk
suatu jaringan secara lebih spesifik, disebut juga denganNetwork Prefix.
Biasanya dalam menuliskan network prefix suatu kelas IP Address digunakan tanda
garis miring (Slash)“/”, diikuti dengan angka yang menunjukan panjang network prefix
ini dalam bit.
Contoh: 192.168.0.0/24
Contoh: 192.168.0.0/24
Rabu, 29 Februari 2012
Resume JARKOM pertemuan 2
Model OSI dimaksudkan untuk membantu para vendor agar isa membuat perangkat keras ataupun perangkat lunak yang bisa saling bekerja sama dalam bentuk protokol-protokol sehingga network dengan vendor yang berbeda bisa saling bekerja sama. Model ini membagi proses – proses komunikasi yang terjadi menjadi kelompok logis yang bernama layer.
OSI layer mempunyai 7 lapisan yaitu : (dimulai dari atas)
7. Application à menyediakan user Interface.
6. Presentation à menyajikan data dan menangani pemrosesan seperti enkripsi.
5. Session à menjaga agar data dari masing-masing aplikasi tetap terpisah.
4. Transport à menyediakan baik metode pengiriman yang dapat diandalkan maupun tidak; dan melakukan perbaikan kesalahan sebelum pengiriman.
3. Network à menyediakan pengalamatan secara logika yang digunakan router untuk melakukan route.
2. Data Link à menggabungkan paket menjadi byte dan byte menjadi frame; menyediakan akses ke media menggunakan alamat MAC address; melakukan pendeteksian kesalahan, bukan pembetulan.
1. Physical à Memindahkan bit antar alat dan menspesifikasikan tegangan, kecepatan kabel.
Application
- Tempat dimana user memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan komputer bisa dikatakan juga sebagi interface.
- Contoh : Mozilla, IE
Layer Presentation
- Fungsi dasarnya adalah sebagai penerjemah dan melakukan fungsi pengkodean dan konversi dengan cara mengadaptasi data ke dalam format yang standard sebelum dikirimkan.
- OSI punya beberapa standard protokol terkait multimedia :
1. PICT
2. TIFF
3. JPEG
4. MIDI,MPEG
Session
- Fungsinya adalah menjamin terpisahnya data dari aplikasi yang satu dengan aplikasi yang lainnya.
- Koordinasi komunikasi atar sistem dengan menawarkan 3 mode :
1. Simplex
2. Half duplex
3. Full duplex
Layer Transport
- Fungsinya melakukan segmentasi dan menyatukan kembali data yang ter-segmentasi tersebut menjadi sebuah arus data
- Si pembuat aplikasi memiliki banyak pilihan, karena mereka bisa memilih antara 2 protokol tersebut ketika bekerja sama dengan protokol-protokol TCP/IP
- Layer ini bertanggung jawab untuk menyediakan mekanisme untuk multiplexing.
Layer Network
- Mengelola pengalamatan peralatan, melacak lokasi peralatan di jaringan dan menentukan cara terbaik untuk memindahkan data.
- Layer Network adalah si pengangkut lalu lintas antar routing.
Data Link
- Menyediakan transmisi fisik dari data dan menangani notifikasi error.
- Memastikan bahwa pesan-pesan akan dikirim melalui yang sesuai di LAN menggunakan alamat perangkat keras dan menterjemahkan pesan dari layer network menjadi bit-bit untk dipindahkan ke layer physical.
- Pesan-pesan atau data diformat menjadi data frame.
Layer Physical
- Layer ini merubah data link menjadi bits.
- Pengubahan bits menjadi sinyal tergantung atas teknologi pengantar yang dipilih.
- Sinyal diantar ke tujuan, di tempat penerima sinyal diubah menjadi bit, lalu bit diubah menjadi byte lalu byte ke frame.
Model OSI dibagi menjadi 2 group :
1. Upper layer (Tiga layer) mendefinisikan bagaimana aplikasi-aplikasi berkomunikasi satu sama lain dan bagaimana aplikasi berkomunikasi dengan user.
2. Lower layer (Empat layer) mendefinisikan bagaiman data dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain.
Nama : Fretie Dwirory M.A Regar
NIM : 10410100174
Kamis, 05 Januari 2012
Resume MSDM pertemuan 7-11
Produktivitas
• Produktivitas merupakan nisbah atau rasio antara hasil kegiatan (output, keluaran) dan segala pengorbanan (biaya) untuk mewujudkan hasil tersebut (input, masukan).
• Input bisa mencakup biaya produksi (production cost) dan biaya peralatan (equipment cost).
• output bisa terdiri dari penjualan (sales), earnings (pendapatan), market share, dan kerusakan (defects).
Produktivitas Tenaga Kerja :
• Adalah salah satu ukuran perusahaan dalam mencapai tujuannya.
• Peningkatan produktivitas kerja hanya mungkin dilakukan oleh manusia (Siagian, 2002).
• Tenaga kerja merupakan faktor penting dalam mengukur produktivitas.
• Hal ini disebabkan oleh dua hal, antara lain; pertama, karena besarnya biaya yang dikorbankan untuk tenaga kerja sebagai bagian dari biaya yang terbesar untuk pengadaan produk atau jasa; kedua, karena masukan pada faktor-faktor lain seperti modal (Kussriyanto, 1993).
Pengukuran Produktivitas Kerja :
• Dua Jenis ukuran jam kerja manusia :
- jam-jam kerja yang harus dibayar (semua jam-jam kerja yang harus dibayar, ditambah jam-jam yang tidak digunakan untuk bekerja namun harus dibayar, liburan, cuti, libur karena sakit, tugas luar dan sisa lainnya)
- jam-jam kerja yang dipergunakan untuk bekerja.
Faktor-faktor Produktivitas Kerja :
• Produktivitas kerja sangat dipengaruhi oleh faktor:
- Internal (knowledge, skills, abilities, attitudes, hambatan pribadi)
- Eksternal(kepemimpinan, lingkungan kerja, sistem imbalan, promosi, prosedur kerja, tanggung jawab dan wewenang dsb).
Penilaian Kinerja SDM
Penilaian Kerja :
• Proses mengukur prestasi kerja pegawai berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan, dengan cara membandingkan sasaran dengan persyaratan deskripsi pekerjaan yang telah ditetapkan .
Tujuan dan Manfaat :
• Performance Improvement : memungkinkan pegawai dan manajer untuk mengambil tindakan yang berhubungan dengan peningkatan kinerja.
• Compensation Adjustment: membantu pengambil keputusan untuk menentukan siapa saja yg berhak meneriman kenaikan gaji.
• Placement decision: Menentukan promosi, transfer, dan demosi.
• Training and Development needs: mengevaluasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan.
Elemen Penilaian Kerja :
• Performance Standart :
- Validitas: keabsahan standar penilaian (sesuai dan relevan dengan jenis pekerjaan yg akan dinilai)
- Agreement: standart penilaian disetujui dan diterima oleh semua pegawai
- Realistis: dapat dicapai sesuai dengan kemampuan
- Obyektif: Mampu mencerminkan keadaan yg sebenarnya tanpa menambah/mengurangi kenyataan.
• Criteria For Managerial Performance :
- People-based criteria: dibuat berdasarkan kemampuan pribadi
- Product-based criteria: kriteria dibuat berdasarkan jenis outpun yang akan dicapai
- Behaviour-based criteria: dibuat berdasarkan perilaku-perilaku yg diharapkan sesuai dengan aspek-aspek hukum, dan etika
• Performance Measures:
- Menggunakan sistem penilaian yg relevan
Masalah dalam penilaian Kerja :
• Halo Effect_satu aspek penilaian mempengaruhi aspek lainnya
• Liniency Effect_harus berbuat baik pada pegawai
• Severity Effect_harus menekan pegawai
• Central Tendency_menilai rata-rata
• Assimilation Effect_penilai cenderung menyukai pegawai yg mempunyai ciri-ciri atau sifat seperti mereka
• Differential Effect_ penilai cenderung menyukai pegawai yg mempunyai ciri-ciri atau sifat yg tidak ada pada dirinya
• Recency Effect_memberikan penilaian atas dasar perilaku yg baru disaksikan
Kompensasi
• Kompensasi : seluruh imbalan/balas jasa (reward) yang diterima karyawan atas dasar hasil kerja karyawan tersebut terhadap organisasi
• Tujuan:
- Memotivasi pekerja untuk bekerja lebih giat dan memaksimalkan seluruh kemampuan untuk mencapai sasaran organisasi
- Mempertahankan karyawan eksisting
- Memenuhi regulasi dari pemerintah (UMP, Ketentuan Lembur, THR,
Jamsostek, dll)
- Memenuhi asas keadilan
Kompensasi :
• Faktor yang mempengaruhi :
- Internal
- Eksternal
• Bentuk :
- Financial
- Non Financial
• Sistem :
- Berdasrkan produksi
- Berdasarkan waktu
Keselamatan & Kesehatan Kerja
• Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan instrument yang memproteksi pekerja, perusahaan, lingkungan hidup, dan masyarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja.
• Perlindungan tersebut merupakan hak asasi yang wajib dipenuhi oleh perusahaan. K3 bertujuan mencegah, mengurangi, bahkan menihilkan risiko kecelakaan kerja (zero accident).
• Penerapan konsep ini tidak boleh dianggap sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang menghabiskan banyak biaya (cost) perusahaan, melainkan harus dianggap sebagai bentuk investasi jangka panjang yang memberi keuntungan yang berlimpah pada masa yang akan datang.
K3 masih belum mendapatkan perhatian yang memadai semua pihak:
• Masalah K3 masih belum menjadi prioritas program
• Tidak ada yang mengangkat masalah K3 menjadi issue nasional baik secara politis maupun sosial
• Masalah kecelakaan kerja masih dilihat dari aspek ekonomi, dan tidak pernah dilihat dari pendekatan moral
• Tenaga kerja masih ditempatkan sebagai factor produksi dalam perusahaan, belum dirtempatkan sebagai mitra usaha
• Alokasi anggaran perusahaan untuk masalah K3 relatif kecil
TUJUAN PENERAPAN SMK3 :
• Menempatkan tenaga kerja sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai manusia (pasal 27 ayat 2 UUD 1945)
• Meningkatkan komitmen pimpinan perusahaan dalam melindungi tenaga kerja
• Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja untuk menghadapi kompetisi perdagangan global
• Proteksi terhadap industri dalam negeri
• Meningkatkan daya saing dalam perdagangan internasional
• Mengeliminir boikot LSM internasional terhadap produk ekspor nasional
• Pelaksanaan pencegahan kec. masih bersifat parsial
• Perlunya upaya pencegahan terhadap problem social dan ekonomi yang tekait dengan penerapan K3
Penetapan Kebijakan Kepemimpinan dan Komitmen:
• Membentuk Organisasi K3
• Menetapkan personel yang mempunyai tanggung jawab dan wewenang yang jelas dalam penanganan K3
• Menyediakan anggaran, sarana dan tenaga kerja yang diperlukan dalam bidang K3
• Perencanaan K3 yang terkoordinasi
• Melakukan penilaian kinerja dan tindak lanjut pelaksanaan K3 Kepemimpinan dan komitmen Kepemimpinan dan komitmen
Konflik
Proses yang dimulai ketika satu pihak menganggap pihak lain berpengaruh secara negative.
Sumber konflik :
• Perubahan organisasi
• Pertikaian kepribadian
• Perangkat nilai yang berbeda
• Ancaman terhadap status
• Perbedaan persepsi & sudut pandang
Jenis Konflik :
• Intrapersonal :
Intrapersonal dipicu oleh perbedaan status, jabatan, bidang kerja.
• Antar kelompok dalam organisasi yang berbeda
• Antar organisasi (persaingan)
Pandangan tentang konflik :
1. Pandangan tradisional Semua konflik merugikan & harus dihindari ; konflik menandakan adanya salah fungsi di dalam kelompok.
2. Pandangan hubungan manusia konflik merupakan hasil wajar & tidak terelakan dalam setiap kelompok. Konflik dapat bermanfaat pada kinerja kelompok.
3. Pandangan interaksional konflik mutlak perlu untuk suatu kelompok agar dapat berkinerja efektif; pemimpin kelompok mempertahankan tingkat minimum berkelanjutan dari konflik agar kelompok tetap hidup, kritis dan kreatif.
Tahap Proses Konflik :
1. Oposisi (ketidak cocokan potensial) Adanya kondisi yang menciptakan kesempatan untuk munculnya konflik kondsisi (sumber konflik):
• Komunikasi
• Struktur tugas
• Faktor-faktor pribadi
2. Kognisi dan personalisasi
• Isu-isu konflik didefinisikan (proses pembuatan pengertian)
• Emosi berperan dalam membentuk persepsi
3. Maksud (intensi) yaitu keputusan untuk bertindak dalam suatu cara tertentu
5 penanganan konflik :
• Bersaling Keinginan untuk memuaskan kepentingan satu pihak tanpa peduli dampaknya terhadap pihak lain.
• Berkolaborasi Pihak yang terlibat konflik berkeinginan untuk memuaskan kepentingan semua pihak dalam memecahkan masalah.
• Menhindar Keinginan untuk menarik diri dari konflik atau menekan konflik.
• Mengakomodasi Kesediaan satu pihak untuk memuaskan pihak lain dengan bersedia menaruh kepentingan lawan di atas kepentingannya.
• Kompromi Setiap pihak dlm konflik bersedia melepaskan sesuatu terjadi sharing.
4. Perilaku pernyataan, tindakan dan reaksi yang dibuat oleh pihak yang konflik.
5. Hasil yaitu konsekuensi jalinan aksi reaksi antar pihak-pihak yang konflik, berupa :
• Fungsional
• Menghasilkan perbaikan kinerja kelompok
• Disfungsional
• Merintangi kinerja kelompok
Serikat Kerja
suatu organisasi yang dibentuk oleh pekerja, dari pekerja dan untuk pekerja yang bertujuan untuk melindungi pekerja, memperjuangkan kepentingan pekerja serta
merupakan salah satu pihak dalam bekerja sama dengan perusahaan.
Serikat Pekerja tingkat perusahaan (SPTP)
• Konvens ILO no.87 dan 89. Kebebasan berserikat sudah dijamin oleh perundangan Indonesia dari mulai UUD’45 pasal 28,UU no. 14 tahun 1969dan UU no. 18 tahun 1956.
• SPTP dibentuk pada perusahaan yang mempunyai pekerja 25 orang atau lebih dan belum mempunyai serikat pekerja.
• Tujuan :
- Meningkatkan mutu pekerja dan kesejahteraan pekerja beserta keluarganya.
- Menciptakan ketenangan kerja dan kelangsungan berusaha.
Tujuan Serikat Pekerja :
• Menjamin dan meningkatkan standar hidup dan status ekonomi dari para anggotanya.
• Meningkatkan dan menjamin keamanan individual dari ancaman-ancaman dan
situasi-situasi yang bisa muncul karena fluktuasi pasar, perubahan teknologi, atau
keputusan manajemen.
• Mempengaruhi hubungan kekuasaan dalam sistem sosial dalam cara-cara yang
mendukung dan tidak merugikan perkembangan dan tujuan serikat pekerja.
Hubungan Industrial :
• Hubungan Kerja adalah hubungan antara pengusaha dengan pekerja/buruh berdasarkan perjanjian kerja, yang mempunyai unsur pekerjaan, upah, dan perintah.
• Hubungan Industrial adalah suatu sistem hubungan yang terbentuk antara para pelaku dalam proses produksi barang dan/atau jasa yang terdiri dari unsur pengusaha, pekerja/buruh, dan pemerintah yang didasarkan pada nilai-nilai
Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Sarana Hubungan Industrial
• Serikat pekerja/serikat buruh
• Organisasi Pengusaha
• Lembaga kerja sama bipatrit
• Lembaga kerja sama tripatrit
• Peraturan Perusahaan
• Perjanjian Kerja Bersama
• Peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan
• Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial
Perjanjian Kerja Bersama Sekurang-kurangnya Memuat :
A. Hak dan kewajiban pengusaha
B. Hak dan kewajiban serikat pekerja/serikat buruh serta pekerja/buruh
C. Jangka waktu dan tanggal mulai berlakunya perjanjian kerja bersama
D. Tanda tangan para pihak pembuat perjanjian kerja bersama.
Globalisasi SDM
• Penyebaran
- Menempatkan ketrampilan yg tepat sesuai kebutuhan (dengan mengabaikan letak geografisnya).
• Diseminasi pengetahuan & inovasi
- Penyebaran ke seluruh organisasi (dengan mengabaikan asalnya)
• Identifikasi& pengembangan bakat secara global
- Mengenali siapa yg memiliki kinerja terbaik dan mengembangkan kemampuannya.
Penyusunan Staf
Ekspatriat seseorang yang bukan warga Negara dari Negara tempat mereka bekerja.
Lokal warga negara dr negara tempat perusahaan multinasional itu memiliki kantor pusatnya.
Negara ketiga warga negara dari sebuah Negara selain dari negara asal atau negara setempat.
Subkontrak Penugasan karyawan lokal ke luar negeri untukmelakukan pekerjaan2 yg sebelumnya dilakukan oleh karyawan domestik negaranya.
Alasan Penggunaan Subkontrak :
Memiliki pengawasan dan struktur manajemen yang lebih efektif untuk mengelola para pekerja.
Penyeleksian dan pelatihan yang dibutuhkan untuk karyawan yang diterima.
Memastikan bahwa kebijakan kompensasi dan situasi kerja adalah memuaskan.
Nilai & Kebijakan Penyusunan Staf Internasional :
Etnosentris :
Pemikiran bahwa sikap, gaya manajemen, criteria evaluasi, dan manajer dari negara asal lebih superior.
Polisentris :
Keyakinan bahwa hanya para manajer Negara setempatlah yg benar2 dapat memahami budaya dan perilaku pasar negara setempat.
Geosentris :
Keyakinan bahwa seluruh staf manajemen haruslah berbasis global.
Human Resource Information System
HRIS
• Program aplikasi komputer yang mengorganisir pengelolaan dan pelaksanaan manajemen SDM sebuah organisasi, untuk mendukung proses pengambilan keputusan.
Karakteristik Informasi :
• Timely (tepat waktu)
• Accurate (akurat)
• Concise (ringkas)
• Relevant (relevan)
• Complete (lengkap)
Fungsi HRIS :
1. Perekrutan dan Penerimaan (Recruiting and Hiring) SDM membantu menerima pegawai baru ke dalam perusahaan. SDM selalu mengikuti perkembangan terakhir dalam peraturan pemerintah yang mempengaruhi praktek kepegawaian dan menasehati manajemen untuk menentukan kebijakan yang sesuai.
2. Pendidikan dan Pelatihan_Selama periode kepegawaian seseorang, SDM dapat mengatur berbagai program pendidikan dan pelatihan yang diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian kerja pegawai.
3. Manajemen Data. SDM menyimpan database yang berhubungan dengan pegawai dan memproses data tersebut untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai.
4. Penghentian dan Admistrasi Tunjangan. Selama seseorang diperkerjakan oleh perusahaan mereka menerima paket tunjangan. Setelah penghentian, SDM mengurus program pensiun perusahaan bagi mantan pegawai yang berhak.
Sub Sistem Intelijen Sumber Daya Manusia :
• Intelijen Pemerintah. Pemerintah menyediakan data dan informasi yang membantu perusahaan mengikuti berbagai peraturan ketenagakerjaan.
• Intelijen Pemasok. Pemasok mencakup perusahaan seperti perusahaan asuransi, yang memberikan tunjangan pegawai, dan lembaga penempatan lulusan universitas serta agen tenaga kerja yang berfungsi sebagai sumber pegawai baru. Para pemasok ini menyediakan data dan informasi yang memungkinkan perusahaan melaksanakan fungsi perekrutan dan penerimaan.
• Intelijen Serikat Pekerja. Serikat pekerja memberikan data dan informasi yang digunakan dalam mengatur kontrak kerja antara serikat pekerja dan perusahaan.
Output HRIS :
1. Subsistem Perencanaan Kerja. Merupakan informasi yang dibutuhkan oleh manajer atas untuk merencanakan kebutuhan tenaga kerja dalam jangka pendek dan jangka panjang. Informasi ini meliputi informasi untuk analisis perputaran tenaga kerja (turnover), anggaran biaya tenaga kerja dan perencanaan tenaga kerja itu sendiri.
2. Subsistem Perekrutan. Merupakan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk pengadaan tenaga kerja secara eksternal maupun internal. Informasi-informasi ini diantaranya adalah informasi pasar tenaga kerja, penjadwalan wawancara, perekrutan dan analisis rekruitmen.
3. Subsistem Manajemen Angkatan Kerja. Merupakan informasi informasi yang dibutuhkan untuk mengelola sumber daya manusia di dalam organisasi. Informasi ini meliputi informasi pelatihan, penilaian atau evaluasi kerja, evaluasi keahlian, karir, realokasi jabatan, suksesi, dan kedisiplinan.
• Produktivitas merupakan nisbah atau rasio antara hasil kegiatan (output, keluaran) dan segala pengorbanan (biaya) untuk mewujudkan hasil tersebut (input, masukan).
• Input bisa mencakup biaya produksi (production cost) dan biaya peralatan (equipment cost).
• output bisa terdiri dari penjualan (sales), earnings (pendapatan), market share, dan kerusakan (defects).
Produktivitas Tenaga Kerja :
• Adalah salah satu ukuran perusahaan dalam mencapai tujuannya.
• Peningkatan produktivitas kerja hanya mungkin dilakukan oleh manusia (Siagian, 2002).
• Tenaga kerja merupakan faktor penting dalam mengukur produktivitas.
• Hal ini disebabkan oleh dua hal, antara lain; pertama, karena besarnya biaya yang dikorbankan untuk tenaga kerja sebagai bagian dari biaya yang terbesar untuk pengadaan produk atau jasa; kedua, karena masukan pada faktor-faktor lain seperti modal (Kussriyanto, 1993).
Pengukuran Produktivitas Kerja :
• Dua Jenis ukuran jam kerja manusia :
- jam-jam kerja yang harus dibayar (semua jam-jam kerja yang harus dibayar, ditambah jam-jam yang tidak digunakan untuk bekerja namun harus dibayar, liburan, cuti, libur karena sakit, tugas luar dan sisa lainnya)
- jam-jam kerja yang dipergunakan untuk bekerja.
Faktor-faktor Produktivitas Kerja :
• Produktivitas kerja sangat dipengaruhi oleh faktor:
- Internal (knowledge, skills, abilities, attitudes, hambatan pribadi)
- Eksternal(kepemimpinan, lingkungan kerja, sistem imbalan, promosi, prosedur kerja, tanggung jawab dan wewenang dsb).
Penilaian Kinerja SDM
Penilaian Kerja :
• Proses mengukur prestasi kerja pegawai berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan, dengan cara membandingkan sasaran dengan persyaratan deskripsi pekerjaan yang telah ditetapkan .
Tujuan dan Manfaat :
• Performance Improvement : memungkinkan pegawai dan manajer untuk mengambil tindakan yang berhubungan dengan peningkatan kinerja.
• Compensation Adjustment: membantu pengambil keputusan untuk menentukan siapa saja yg berhak meneriman kenaikan gaji.
• Placement decision: Menentukan promosi, transfer, dan demosi.
• Training and Development needs: mengevaluasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan.
Elemen Penilaian Kerja :
• Performance Standart :
- Validitas: keabsahan standar penilaian (sesuai dan relevan dengan jenis pekerjaan yg akan dinilai)
- Agreement: standart penilaian disetujui dan diterima oleh semua pegawai
- Realistis: dapat dicapai sesuai dengan kemampuan
- Obyektif: Mampu mencerminkan keadaan yg sebenarnya tanpa menambah/mengurangi kenyataan.
• Criteria For Managerial Performance :
- People-based criteria: dibuat berdasarkan kemampuan pribadi
- Product-based criteria: kriteria dibuat berdasarkan jenis outpun yang akan dicapai
- Behaviour-based criteria: dibuat berdasarkan perilaku-perilaku yg diharapkan sesuai dengan aspek-aspek hukum, dan etika
• Performance Measures:
- Menggunakan sistem penilaian yg relevan
Masalah dalam penilaian Kerja :
• Halo Effect_satu aspek penilaian mempengaruhi aspek lainnya
• Liniency Effect_harus berbuat baik pada pegawai
• Severity Effect_harus menekan pegawai
• Central Tendency_menilai rata-rata
• Assimilation Effect_penilai cenderung menyukai pegawai yg mempunyai ciri-ciri atau sifat seperti mereka
• Differential Effect_ penilai cenderung menyukai pegawai yg mempunyai ciri-ciri atau sifat yg tidak ada pada dirinya
• Recency Effect_memberikan penilaian atas dasar perilaku yg baru disaksikan
Kompensasi
• Kompensasi : seluruh imbalan/balas jasa (reward) yang diterima karyawan atas dasar hasil kerja karyawan tersebut terhadap organisasi
• Tujuan:
- Memotivasi pekerja untuk bekerja lebih giat dan memaksimalkan seluruh kemampuan untuk mencapai sasaran organisasi
- Mempertahankan karyawan eksisting
- Memenuhi regulasi dari pemerintah (UMP, Ketentuan Lembur, THR,
Jamsostek, dll)
- Memenuhi asas keadilan
Kompensasi :
• Faktor yang mempengaruhi :
- Internal
- Eksternal
• Bentuk :
- Financial
- Non Financial
• Sistem :
- Berdasrkan produksi
- Berdasarkan waktu
Keselamatan & Kesehatan Kerja
• Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan instrument yang memproteksi pekerja, perusahaan, lingkungan hidup, dan masyarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja.
• Perlindungan tersebut merupakan hak asasi yang wajib dipenuhi oleh perusahaan. K3 bertujuan mencegah, mengurangi, bahkan menihilkan risiko kecelakaan kerja (zero accident).
• Penerapan konsep ini tidak boleh dianggap sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang menghabiskan banyak biaya (cost) perusahaan, melainkan harus dianggap sebagai bentuk investasi jangka panjang yang memberi keuntungan yang berlimpah pada masa yang akan datang.
K3 masih belum mendapatkan perhatian yang memadai semua pihak:
• Masalah K3 masih belum menjadi prioritas program
• Tidak ada yang mengangkat masalah K3 menjadi issue nasional baik secara politis maupun sosial
• Masalah kecelakaan kerja masih dilihat dari aspek ekonomi, dan tidak pernah dilihat dari pendekatan moral
• Tenaga kerja masih ditempatkan sebagai factor produksi dalam perusahaan, belum dirtempatkan sebagai mitra usaha
• Alokasi anggaran perusahaan untuk masalah K3 relatif kecil
TUJUAN PENERAPAN SMK3 :
• Menempatkan tenaga kerja sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai manusia (pasal 27 ayat 2 UUD 1945)
• Meningkatkan komitmen pimpinan perusahaan dalam melindungi tenaga kerja
• Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja untuk menghadapi kompetisi perdagangan global
• Proteksi terhadap industri dalam negeri
• Meningkatkan daya saing dalam perdagangan internasional
• Mengeliminir boikot LSM internasional terhadap produk ekspor nasional
• Pelaksanaan pencegahan kec. masih bersifat parsial
• Perlunya upaya pencegahan terhadap problem social dan ekonomi yang tekait dengan penerapan K3
Penetapan Kebijakan Kepemimpinan dan Komitmen:
• Membentuk Organisasi K3
• Menetapkan personel yang mempunyai tanggung jawab dan wewenang yang jelas dalam penanganan K3
• Menyediakan anggaran, sarana dan tenaga kerja yang diperlukan dalam bidang K3
• Perencanaan K3 yang terkoordinasi
• Melakukan penilaian kinerja dan tindak lanjut pelaksanaan K3 Kepemimpinan dan komitmen Kepemimpinan dan komitmen
Konflik
Proses yang dimulai ketika satu pihak menganggap pihak lain berpengaruh secara negative.
Sumber konflik :
• Perubahan organisasi
• Pertikaian kepribadian
• Perangkat nilai yang berbeda
• Ancaman terhadap status
• Perbedaan persepsi & sudut pandang
Jenis Konflik :
• Intrapersonal :
Intrapersonal dipicu oleh perbedaan status, jabatan, bidang kerja.
• Antar kelompok dalam organisasi yang berbeda
• Antar organisasi (persaingan)
Pandangan tentang konflik :
1. Pandangan tradisional Semua konflik merugikan & harus dihindari ; konflik menandakan adanya salah fungsi di dalam kelompok.
2. Pandangan hubungan manusia konflik merupakan hasil wajar & tidak terelakan dalam setiap kelompok. Konflik dapat bermanfaat pada kinerja kelompok.
3. Pandangan interaksional konflik mutlak perlu untuk suatu kelompok agar dapat berkinerja efektif; pemimpin kelompok mempertahankan tingkat minimum berkelanjutan dari konflik agar kelompok tetap hidup, kritis dan kreatif.
Tahap Proses Konflik :
1. Oposisi (ketidak cocokan potensial) Adanya kondisi yang menciptakan kesempatan untuk munculnya konflik kondsisi (sumber konflik):
• Komunikasi
• Struktur tugas
• Faktor-faktor pribadi
2. Kognisi dan personalisasi
• Isu-isu konflik didefinisikan (proses pembuatan pengertian)
• Emosi berperan dalam membentuk persepsi
3. Maksud (intensi) yaitu keputusan untuk bertindak dalam suatu cara tertentu
5 penanganan konflik :
• Bersaling Keinginan untuk memuaskan kepentingan satu pihak tanpa peduli dampaknya terhadap pihak lain.
• Berkolaborasi Pihak yang terlibat konflik berkeinginan untuk memuaskan kepentingan semua pihak dalam memecahkan masalah.
• Menhindar Keinginan untuk menarik diri dari konflik atau menekan konflik.
• Mengakomodasi Kesediaan satu pihak untuk memuaskan pihak lain dengan bersedia menaruh kepentingan lawan di atas kepentingannya.
• Kompromi Setiap pihak dlm konflik bersedia melepaskan sesuatu terjadi sharing.
4. Perilaku pernyataan, tindakan dan reaksi yang dibuat oleh pihak yang konflik.
5. Hasil yaitu konsekuensi jalinan aksi reaksi antar pihak-pihak yang konflik, berupa :
• Fungsional
• Menghasilkan perbaikan kinerja kelompok
• Disfungsional
• Merintangi kinerja kelompok
Serikat Kerja
suatu organisasi yang dibentuk oleh pekerja, dari pekerja dan untuk pekerja yang bertujuan untuk melindungi pekerja, memperjuangkan kepentingan pekerja serta
merupakan salah satu pihak dalam bekerja sama dengan perusahaan.
Serikat Pekerja tingkat perusahaan (SPTP)
• Konvens ILO no.87 dan 89. Kebebasan berserikat sudah dijamin oleh perundangan Indonesia dari mulai UUD’45 pasal 28,UU no. 14 tahun 1969dan UU no. 18 tahun 1956.
• SPTP dibentuk pada perusahaan yang mempunyai pekerja 25 orang atau lebih dan belum mempunyai serikat pekerja.
• Tujuan :
- Meningkatkan mutu pekerja dan kesejahteraan pekerja beserta keluarganya.
- Menciptakan ketenangan kerja dan kelangsungan berusaha.
Tujuan Serikat Pekerja :
• Menjamin dan meningkatkan standar hidup dan status ekonomi dari para anggotanya.
• Meningkatkan dan menjamin keamanan individual dari ancaman-ancaman dan
situasi-situasi yang bisa muncul karena fluktuasi pasar, perubahan teknologi, atau
keputusan manajemen.
• Mempengaruhi hubungan kekuasaan dalam sistem sosial dalam cara-cara yang
mendukung dan tidak merugikan perkembangan dan tujuan serikat pekerja.
Hubungan Industrial :
• Hubungan Kerja adalah hubungan antara pengusaha dengan pekerja/buruh berdasarkan perjanjian kerja, yang mempunyai unsur pekerjaan, upah, dan perintah.
• Hubungan Industrial adalah suatu sistem hubungan yang terbentuk antara para pelaku dalam proses produksi barang dan/atau jasa yang terdiri dari unsur pengusaha, pekerja/buruh, dan pemerintah yang didasarkan pada nilai-nilai
Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Sarana Hubungan Industrial
• Serikat pekerja/serikat buruh
• Organisasi Pengusaha
• Lembaga kerja sama bipatrit
• Lembaga kerja sama tripatrit
• Peraturan Perusahaan
• Perjanjian Kerja Bersama
• Peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan
• Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial
Perjanjian Kerja Bersama Sekurang-kurangnya Memuat :
A. Hak dan kewajiban pengusaha
B. Hak dan kewajiban serikat pekerja/serikat buruh serta pekerja/buruh
C. Jangka waktu dan tanggal mulai berlakunya perjanjian kerja bersama
D. Tanda tangan para pihak pembuat perjanjian kerja bersama.
Globalisasi SDM
• Penyebaran
- Menempatkan ketrampilan yg tepat sesuai kebutuhan (dengan mengabaikan letak geografisnya).
• Diseminasi pengetahuan & inovasi
- Penyebaran ke seluruh organisasi (dengan mengabaikan asalnya)
• Identifikasi& pengembangan bakat secara global
- Mengenali siapa yg memiliki kinerja terbaik dan mengembangkan kemampuannya.
Penyusunan Staf
Ekspatriat seseorang yang bukan warga Negara dari Negara tempat mereka bekerja.
Lokal warga negara dr negara tempat perusahaan multinasional itu memiliki kantor pusatnya.
Negara ketiga warga negara dari sebuah Negara selain dari negara asal atau negara setempat.
Subkontrak Penugasan karyawan lokal ke luar negeri untukmelakukan pekerjaan2 yg sebelumnya dilakukan oleh karyawan domestik negaranya.
Alasan Penggunaan Subkontrak :
Memiliki pengawasan dan struktur manajemen yang lebih efektif untuk mengelola para pekerja.
Penyeleksian dan pelatihan yang dibutuhkan untuk karyawan yang diterima.
Memastikan bahwa kebijakan kompensasi dan situasi kerja adalah memuaskan.
Nilai & Kebijakan Penyusunan Staf Internasional :
Etnosentris :
Pemikiran bahwa sikap, gaya manajemen, criteria evaluasi, dan manajer dari negara asal lebih superior.
Polisentris :
Keyakinan bahwa hanya para manajer Negara setempatlah yg benar2 dapat memahami budaya dan perilaku pasar negara setempat.
Geosentris :
Keyakinan bahwa seluruh staf manajemen haruslah berbasis global.
Human Resource Information System
HRIS
• Program aplikasi komputer yang mengorganisir pengelolaan dan pelaksanaan manajemen SDM sebuah organisasi, untuk mendukung proses pengambilan keputusan.
Karakteristik Informasi :
• Timely (tepat waktu)
• Accurate (akurat)
• Concise (ringkas)
• Relevant (relevan)
• Complete (lengkap)
Fungsi HRIS :
1. Perekrutan dan Penerimaan (Recruiting and Hiring) SDM membantu menerima pegawai baru ke dalam perusahaan. SDM selalu mengikuti perkembangan terakhir dalam peraturan pemerintah yang mempengaruhi praktek kepegawaian dan menasehati manajemen untuk menentukan kebijakan yang sesuai.
2. Pendidikan dan Pelatihan_Selama periode kepegawaian seseorang, SDM dapat mengatur berbagai program pendidikan dan pelatihan yang diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian kerja pegawai.
3. Manajemen Data. SDM menyimpan database yang berhubungan dengan pegawai dan memproses data tersebut untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai.
4. Penghentian dan Admistrasi Tunjangan. Selama seseorang diperkerjakan oleh perusahaan mereka menerima paket tunjangan. Setelah penghentian, SDM mengurus program pensiun perusahaan bagi mantan pegawai yang berhak.
Sub Sistem Intelijen Sumber Daya Manusia :
• Intelijen Pemerintah. Pemerintah menyediakan data dan informasi yang membantu perusahaan mengikuti berbagai peraturan ketenagakerjaan.
• Intelijen Pemasok. Pemasok mencakup perusahaan seperti perusahaan asuransi, yang memberikan tunjangan pegawai, dan lembaga penempatan lulusan universitas serta agen tenaga kerja yang berfungsi sebagai sumber pegawai baru. Para pemasok ini menyediakan data dan informasi yang memungkinkan perusahaan melaksanakan fungsi perekrutan dan penerimaan.
• Intelijen Serikat Pekerja. Serikat pekerja memberikan data dan informasi yang digunakan dalam mengatur kontrak kerja antara serikat pekerja dan perusahaan.
Output HRIS :
1. Subsistem Perencanaan Kerja. Merupakan informasi yang dibutuhkan oleh manajer atas untuk merencanakan kebutuhan tenaga kerja dalam jangka pendek dan jangka panjang. Informasi ini meliputi informasi untuk analisis perputaran tenaga kerja (turnover), anggaran biaya tenaga kerja dan perencanaan tenaga kerja itu sendiri.
2. Subsistem Perekrutan. Merupakan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk pengadaan tenaga kerja secara eksternal maupun internal. Informasi-informasi ini diantaranya adalah informasi pasar tenaga kerja, penjadwalan wawancara, perekrutan dan analisis rekruitmen.
3. Subsistem Manajemen Angkatan Kerja. Merupakan informasi informasi yang dibutuhkan untuk mengelola sumber daya manusia di dalam organisasi. Informasi ini meliputi informasi pelatihan, penilaian atau evaluasi kerja, evaluasi keahlian, karir, realokasi jabatan, suksesi, dan kedisiplinan.
Langganan:
Komentar (Atom)


